Paijo. Lagi-lagi Paijo lagi.
Bangun tidur pun yang Inah ingat pertama kali adalah Paijo. Padahal Inah belum
lama putus dengan mantan Inah yang tak lain adalah teman Paijo, huhu.
Gara-gara Paijo nih Inah susah
move on. Padahal Inah udah pacaran 9 bulan sama mantan Inah itu loh. Inah
keterlaluan ya? Iya sih… Inah juga ngerasa kok kalo Inah keterlaluan. Abis mau
gimana lagi? Ini di luar kemampuan Inah.
Inah suka mas Paijo karena mas
Paijo nularin kedisiplinannya beribadah ke Inah. Jaman sekarang kan sulit tuh
cari orang yang ingetin shalat pada setiap waktunya. Setelah Inah putus dari
mantan, tiada hari tanpa kepikiran mas Paijo. Dulu Inah pikir, Inah udah move
on dari mas Paijo, tapi ternyata belum sepenuhnya.
Pernahkan Anda merasakan adanya
percabangan hati di mana Anda mencintai 2 orang dalam waktu bersamaan? Inah
pernah merasakan hal itu dan rasanya gak enak banget. Hatinya gak tenang dan
merasa bersalah.
Kadang Inah masih kepikiran mas
Paijo waktu Inah pacaran sama mantan Inah yang namanya (sebut saja) mas Jono.
Apalagi masalah shalat, tidur, dan pergi, Inah kadang khilaf dan membandingkan
keduanya. Mas Paijo kan sering banget ingetin Inah shalat, sedangkan mas Jono
ingetinnya jarang-jarang. Kalau mas Paijo mau mudik atau bahkan pergi ke kos
temennya doang aja mas Paijo pamit sama Inah, “Aku ke kos temen dulu ya..
Assalamu’alaikum”, sedikit berbeeda dengan mas Jono yang kadang mas Jono ke
mana aja Inah gak tahu. Mas Jono itu kadang pamit sama Inah, kadang tahu-tahu
ternyata di suatu tempat. Mas Paijo juga pamit sama Inah kalau mau bikin tugas.
Mungkin mas Paijo takut fans beratnya ini nyariin kali ya? Hehe. Mas Jono mah
kadang kalau bikin tugas tahu-tahu hilang gitu aja, gak SMS, gak telpon, Inah
kadang bingung nyariin karena SMS gak dibales, telpon gak diangkat, hufet.
Mas Jono itu kecanduan sesuatu
yang bernama “TIDUR” dan kecanduannya itu udah akut banget. Pagi-pagi Inah
telpon buat bangunin dan mas Jono udah bangun, tapi kadang ketiduran lagi,
hufet. Mas Jono juga sering begadang sih kalau malam, jadi susah dibangunin.
Kadang juga bukan begadang, tapi emang nggak bisa tidur. Inah sering bingung
kalau pagi-pagi mas Jono gak bales SMS, di antara lagi sibuk persiapan kuliah,
atau malah ketiduran lagi. Kalau pagi-pagi Inah gak dapet kabar dari mas Jono, Inah
pengen telpon, tapi kalau ditelpon waktu sedang dalam perjalanan nanti Inah malah
ganggu, tapi kalau nggak ditelpon ternyata mas Jono-nya tidur lagi gimana? Ya
itulah, Inah serba salah kalau sama mas Jono, haha.
Inah diam-diam sering berharap
kalau mas Jono itu mas Paijo, hehe. Maaf ya, mas Jono. Ini di luar kemampuan
Inah. Inah mengagumi mas Paijo karena mas Paijo taat ibadah. Mas Jono itu
orangnya baik banget sebenernya. Tapi Inah tetep belum bisa lupain mas Paijo
walau Inah udah sama mas Jono.
Setiap orang pasti punya
kelebihan dan kekurangan. Baik mas Paijo, mas Jono, maupun Inah juga memiliki
kekurangan dan kelebihan. Kelebihannya mas Jono banyak sih… tapi tetep aja
beberapa kelebihannya mas Paijo mengalahkan kelebihannya mas Paijo, terutama masalah
ngingetin shalat itu, huhu. Padahal mas Jono juga ganteng, mancung juga,
mukanya kayak bule gitu, terus mas Jono juga perhatian banget sama Inah, mas
Jono mau berkorban buat Inah, mas Jono sayang banget sama Inah, mas Jono lebih
putih dan lebih tinggi juga dari mas Paijo, dan masih banyak lagi
kelebihannya mas Jono. Tapi tetep aja
Inah terkadang masih kepikiran mas Paijo. Akhirnya Inah mutusin buat lepas mas
Jono deh. Sebenernya putusnya bukan karena terkadang Inah masih kepikiran mas
Paijo juga sih. Hati Inah kurang tenang dan Inah merasa kurang cocok sama mas
Jono aja. Inah merasa lebih baik jika hubungan kita berakhir sampai di sini.
Dari pengalaman itu Inah belajar,
jangan pernah setengah-setengah dalam mencintai seseorang. Mungkin karena hal
ini, Inah menyakiti beberapa orang sekaligus yaitu: mas Jono, mas Paijo (kalau
ternyata mas Paijo ada rasa sama Inah), dan diri Inah sendiri.
Kalau kita mencintai seseorang,
akuilah saja. Nggak perlu bohongi dirimu sendiri. Inah tahu memendam perasaan
tu nggak enak banget. Mungkin untuk beberapa orang, memendam perasaan bisa
sedikit membantu untuk perlahan menghilangkan perasaan itu sendiri, tapi sepertinya
itu nggak berlaku untuk Inah.
Inah mencoba membunuh dan mengubur
perasaan itu, tapi ternyata perasaan itu masih punya biji yang ternyata tumbuh.
Perlahan perasaan itu mulai berakar dan keluar dari tanah, malah menjadi
semakin sulit dicabut.
Mungkin satu setengah tahun itu
masih termasuk sebentar untuk mencintai seseorang. Tapi bisakah kita bertahan
tanpa komunikasi dan masih tetap mencintainya? Hanya sedikit yang dapat tetap
mencintai seseorang tanpa komunikasi.
Setengah tahun Inah suka mas
Paijo dengan komunikasi, tapi satu tahun ini nyaris tanpa komunikasi. Tetapi entah
mengapa Inah masih belum bisa melupakannya. Apakah ini cinta? Inah nggak tahu. Inah
bahkan nggak tahu definisi dari cinta itu apa. Apakah seseorang dapat
memberitahu Inah, apa itu cinta?
Kalau menurut Inah, definisi
cinta dari setiap kepala beda-beda. Tapi menurut Inah, cinta itu nggak perlu
didefinisikan, cinta itu cukup dirasakan aja.
Cinta itu bukan mengenai kelebihan, tapi bagaimana kita menerima seseorang dengan segala kekurangannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar