Senin, 05 Agustus 2013

Paijo = Gagal Move On

Paijo. Lagi-lagi Paijo lagi. Bangun tidur pun yang Inah ingat pertama kali adalah Paijo. Padahal Inah belum lama putus dengan mantan Inah yang tak lain adalah teman Paijo, huhu.

Gara-gara Paijo nih Inah susah move on. Padahal Inah udah pacaran 9 bulan sama mantan Inah itu loh. Inah keterlaluan ya? Iya sih… Inah juga ngerasa kok kalo Inah keterlaluan. Abis mau gimana lagi? Ini di luar kemampuan Inah.

Inah suka mas Paijo karena mas Paijo nularin kedisiplinannya beribadah ke Inah. Jaman sekarang kan sulit tuh cari orang yang ingetin shalat pada setiap waktunya. Setelah Inah putus dari mantan, tiada hari tanpa kepikiran mas Paijo. Dulu Inah pikir, Inah udah move on dari mas Paijo, tapi ternyata belum sepenuhnya.

Pernahkan Anda merasakan adanya percabangan hati di mana Anda mencintai 2 orang dalam waktu bersamaan? Inah pernah merasakan hal itu dan rasanya gak enak banget. Hatinya gak tenang dan merasa bersalah.

Kadang Inah masih kepikiran mas Paijo waktu Inah pacaran sama mantan Inah yang namanya (sebut saja) mas Jono. Apalagi masalah shalat, tidur, dan pergi, Inah kadang khilaf dan membandingkan keduanya. Mas Paijo kan sering banget ingetin Inah shalat, sedangkan mas Jono ingetinnya jarang-jarang. Kalau mas Paijo mau mudik atau bahkan pergi ke kos temennya doang aja mas Paijo pamit sama Inah, “Aku ke kos temen dulu ya.. Assalamu’alaikum”, sedikit berbeeda dengan mas Jono yang kadang mas Jono ke mana aja Inah gak tahu. Mas Jono itu kadang pamit sama Inah, kadang tahu-tahu ternyata di suatu tempat. Mas Paijo juga pamit sama Inah kalau mau bikin tugas. Mungkin mas Paijo takut fans beratnya ini nyariin kali ya? Hehe. Mas Jono mah kadang kalau bikin tugas tahu-tahu hilang gitu aja, gak SMS, gak telpon, Inah kadang bingung nyariin karena SMS gak dibales, telpon gak diangkat, hufet.

Mas Jono itu kecanduan sesuatu yang bernama “TIDUR” dan kecanduannya itu udah akut banget. Pagi-pagi Inah telpon buat bangunin dan mas Jono udah bangun, tapi kadang ketiduran lagi, hufet. Mas Jono juga sering begadang sih kalau malam, jadi susah dibangunin. Kadang juga bukan begadang, tapi emang nggak bisa tidur. Inah sering bingung kalau pagi-pagi mas Jono gak bales SMS, di antara lagi sibuk persiapan kuliah, atau malah ketiduran lagi. Kalau pagi-pagi Inah gak dapet kabar dari mas Jono, Inah pengen telpon, tapi kalau ditelpon waktu sedang dalam perjalanan nanti Inah malah ganggu, tapi kalau nggak ditelpon ternyata mas Jono-nya tidur lagi gimana? Ya itulah, Inah serba salah kalau sama mas Jono, haha.

Inah diam-diam sering berharap kalau mas Jono itu mas Paijo, hehe. Maaf ya, mas Jono. Ini di luar kemampuan Inah. Inah mengagumi mas Paijo karena mas Paijo taat ibadah. Mas Jono itu orangnya baik banget sebenernya. Tapi Inah tetep belum bisa lupain mas Paijo walau Inah udah sama mas Jono.

Setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan. Baik mas Paijo, mas Jono, maupun Inah juga memiliki kekurangan dan kelebihan. Kelebihannya mas Jono banyak sih… tapi tetep aja beberapa kelebihannya mas Paijo mengalahkan kelebihannya mas Paijo, terutama masalah ngingetin shalat itu, huhu. Padahal mas Jono juga ganteng, mancung juga, mukanya kayak bule gitu, terus mas Jono juga perhatian banget sama Inah, mas Jono mau berkorban buat Inah, mas Jono sayang banget sama Inah, mas Jono lebih putih dan lebih tinggi juga dari mas Paijo, dan masih banyak lagi kelebihannya  mas Jono. Tapi tetep aja Inah terkadang masih kepikiran mas Paijo. Akhirnya Inah mutusin buat lepas mas Jono deh. Sebenernya putusnya bukan karena terkadang Inah masih kepikiran mas Paijo juga sih. Hati Inah kurang tenang dan Inah merasa kurang cocok sama mas Jono aja. Inah merasa lebih baik jika hubungan kita berakhir sampai di sini.

Dari pengalaman itu Inah belajar, jangan pernah setengah-setengah dalam mencintai seseorang. Mungkin karena hal ini, Inah menyakiti beberapa orang sekaligus yaitu: mas Jono, mas Paijo (kalau ternyata mas Paijo ada rasa sama Inah), dan diri Inah sendiri.
Kalau kita mencintai seseorang, akuilah saja. Nggak perlu bohongi dirimu sendiri. Inah tahu memendam perasaan tu nggak enak banget. Mungkin untuk beberapa orang, memendam perasaan bisa sedikit membantu untuk perlahan menghilangkan perasaan itu sendiri, tapi sepertinya itu nggak berlaku untuk Inah.
Inah mencoba membunuh dan mengubur perasaan itu, tapi ternyata perasaan itu masih punya biji yang ternyata tumbuh. Perlahan perasaan itu mulai berakar dan keluar dari tanah, malah menjadi semakin sulit dicabut.
Mungkin satu setengah tahun itu masih termasuk sebentar untuk mencintai seseorang. Tapi bisakah kita bertahan tanpa komunikasi dan masih tetap mencintainya? Hanya sedikit yang dapat tetap mencintai seseorang tanpa komunikasi.
Setengah tahun Inah suka mas Paijo dengan komunikasi, tapi satu tahun ini nyaris tanpa komunikasi. Tetapi entah mengapa Inah masih belum bisa melupakannya. Apakah ini cinta? Inah nggak tahu. Inah bahkan nggak tahu definisi dari cinta itu apa. Apakah seseorang dapat memberitahu Inah, apa itu cinta?

Kalau menurut Inah, definisi cinta dari setiap kepala beda-beda. Tapi menurut Inah, cinta itu nggak perlu didefinisikan, cinta itu cukup dirasakan aja.

Cinta itu bukan mengenai kelebihan, tapi bagaimana kita menerima seseorang dengan segala kekurangannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar